Quote




Be thankful for what you have; you'll end up having more. If you concentrate on what you don't have, you will never, ever have enough.

~ Oprah Winfrey

Kamis, 04 Maret 2010

Centang Perenang

Saat itu sudah petang.Ada dua pasien yang baru saja datang ke IGD,kelihatannya tidak terlalu gawat.Aku pun menyempatkan diri untuk sholat maghrib.Sebelum petang,pasien yang datang tidak terlalu banyak.Dan aku berharap semoga setelah petang pun juga demikian,setidaknya sampai jam jagaku selesai.Namun ternyata tidak.

Setelah selesai sholat,aku langsung memeriksa pasien.Ada dua pasien,satu pasien dewasa dan satu lagi pasien anak.Dua-duanya memiliki keluhan yang sama yaitu panas.Akhir-akhir ini memang rumah sakit kebanjiran pasien demam berdarah.Pasien datang biasanya sudah membawa hasil lab darah dengan kadar trombosit di bawah normal.

Selesai memeriksa pasien dewasa dan hendak memeriksa pasien anak tiba-tiba datang banyak orang membawa tiga orang pasien sekaligus.Sepintas kulihat satu orang pasien kepalanya bersimbah darah,satu orang yang menangis dan satu orang yang kedua matanya lebam.Yang paling parah adalah pasien yang kepalanya bersimbah darah.Kesadarannya menurun.

Saat itu aku bekerja dengan dibantu tiga orang perawat.Perawat pertama,Tomi,sedang memasang infus pada pasien dewasa yang panas,jadi tinggal dua yang tersisa.Perawat kedua,Dewi,kemudian kutugasi untuk menangani pasien yang paling berat.Perawat kami sangat terlatih sehingga untuk kasus gawat seperti ini mereka tidak panik.Mereka tahu bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah membebaskan jalan nafas dengan memasang guedel,mengalirkan oksigen lalu memasang infus.Perawat ketiga,Budi,menangani pasien yang matanya lebam.Ternyata banyak luka robek,sehingga dia sibuk untuk membersihkan dan menjahit luka.

Pasien yang menangis ternyata tak kalah gawatnya.Kesadarannya juga menurun.Kepalanya robek di bagian belakang.Belakangan juga diketahui kalau sebelah kakinya patah tulang.Selesai memasang infus pasien panas yang dewasa,Tomi langsung menangani pasien itu.

Masih ada satu pasien,yaitu anak dengan keluhan panas,tapi tidak ada lagi perawat yang tersisa.Tak cuma itu,datang pasien stroke.Lalu pasien asma.Lalu pasien yang minta pemeriksaan EKG.Lalu pasien yang lehernya digigit kalajengking.Lalu datang lagi pasien demam berdarah.Lalu datang lagi dua pasien mengerang kesakitan karena kecelakaan.Sialan.

Dokter punya hak untuk memobilisasi perawat dalam satu rumah sakit,dan itulah salah satu bagian yang paling kusukai.Aku merasa gagah,akhirnya.Dokter punya hak untuk meminta perawat bangsal menjadi tenaga perawat tambahan di IGD,jika memang diperlukan.Dan itulah yang kemudian kulakukan.Kutelfon bangsal satu per satu.

Datang seorang perawat.Kuminta dia untuk menangani pasien asma.Asma jadi prioritas karena melibatkan jalan napas,sehingga harus sesegera mungkin ditangani.Kutanya apakah dia bisa mengoperasikan nebulizer,ternyata bisa.Syukurlah.

Datang lagi seorang perawat.Kuminta dia untuk menangani pasien stroke.Demikian seterusnya.Setiap perawat yang baru datang langsung kuarahkan untuk menangani satu pasien.Saat itu,ruangan lebih mirip pasar daripada IGD,saking banyaknya orang di dalamnya.

Pasien kecelakaan yang mengalami penurunan kesadaran akhirnya kami rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas CT Scan.Maksudnya supaya dapat tertangani dengan lebih baik.Tanpa CT Scan,aku tidak bisa menentukan diagnosis yang tepat.Apakah terjadi perdarahan otak atau tidak,dan bila terjadi perdarahan lokasinya juga tidak bisa diketahui: apakah di epidural,subarachnoid atau di intracerebral.Tanpa diagnosis yang tepat,terapinya juga tidak akan maksimal.

Aku melirik jam,ternyata sudah jam 9 malam.Serta merta datang lagi seorang pasien dengan retensi urin.Oh tidak.

6 komentar:

Pandi mengatakan...

Pa dokter, salam kenal.. kalau saya dok, suka ngantuk disiang hari pas kerja, solusinya gimana yach.. emang kadang suka bergadang.. he.. he..

berkarya merajut harapan mengatakan...

sementara diri sudah minta istirahat ya, dok.

saya mengatakan...

blog walking :). Keep on writing ;)

Vicky Laurentina mengatakan...

Sistem operasional rumah sakitnya bagus sekali, Ndri. Jadi ada skenario B jika terjadi overload beban dengan minimnya tenaga kerja di UGD.

Aku ingat dulu waktu kerja di UGD. Dalam keadaan yang sama, sulit memanggil bantuan perawat di Instalasi Rawat Inap. Alasannya, belum semua perawat di Rawat Inap sudah lulus ATLS.

Adib from kompinter mengatakan...

Wa keren jangan lupa mampir di kompinter.blogspot.com ya!!

baburinix mengatakan...

bakunyung pulang nah! eits berkunjung maksudnya....
ndri, kalau sering kesemutan pakai obat apa?

Recent Comments