Quote




Be thankful for what you have; you'll end up having more. If you concentrate on what you don't have, you will never, ever have enough.

~ Oprah Winfrey

Selasa, 22 Januari 2008

Alergi Bernama Urtikaria


Dulu, saat SMP, hampir setiap pagi saya tersiksa. Dapat dipastikan saya bangun tidur dengan "disambut" bersin-bersin disertai gatal-gatal pada hidung dengan ingus yang encer. Tak hanya itu, hidung seringkali tersumbat, mata merah dan berair. Saya tidak tahu menderita sakit apa waktu itu, yang jelas ibu juga mengalami hal yang sama dengan saya.

Baru ketika di bangku kuliah saya tahu bahwa saya menderita rhinitis alergika. Satu di antara sekian penyakit alergi (atopi) di samping asma bronkial, urtikaria, dermatitis atopik (eksim), dan konjungtivitis alergika.

Intensitas kekambuhan rhinitis saya saat kuliah memang lebih jarang dibanding saat SMP dan SMA. Alhamdulillah saya bisa menemukan penyebab alergi saya. Saya ternyata alergi kapas dan debu. Saat ini saya hampir tidak pernah lagi mengalami gejala-gejala di atas. Tempat tidur saya lapisi dengan perlak dan saya tidak memakai karpet di kamar tidur saya. Akhirnya bisa bangun pagi dengan nyaman. Hehehe....

Baru-baru ini, saya bertemu dengan orang yang menderita alergi juga, tapi dari golongan urtikaria.

Urtikaria

Urtikaria (bidur, kaligata) merupakan suatu kelainan alergi pada kulit yang berbentuk bentol berwarna merah disertai rasa gatal dengan ukuran diameter yang bervariasi dari 2 milimeter sampai beberapa sentimeter. Urtikaria ini dapat tersebar pada berbagai tempat di kulit.

Gejala urtikaria ini dapat terjadi segera atau beberapa hari setelah kontak dengan bahan penyebab. Sebagian besar yaitu sekitar 75% urtikaria yang kronik sulit diketahui sebabnya.

Hindari Penyebab

Jangan dulu berpikir tentang obat untuk mengatasi masalah urtikaria (alergi). Sebaik apa pun, semanjur apa pun, obat itu hanya bersifat sementara yang bila Anda tidak menghindari penyebabnya sama halnya menghambur-hamburkan uang saja.

Tindakan penghindaran akan berhasil bila penyebab/pencetus terjadinya alergi diketahui. Salah satu cara untuk mengetahui pencetus alergi ialah dengan melakukan uji kulit (tes alergi). Sayangnya, penderita terkadang alergi terhadap banyak hal, dan ini tentu sungguh membutuhkan ketelatenan penderita untuk mengidentifikasinya.

Penyebab alergi yang perlu Anda waspadai:

[+] Makanan. Meliputi susu sapi, telur ayam, daging ayam, ikan (terutama ikan laut), udang (ebi), kepiting dan kacang-kacangan (kacang tanah, kacang mede). Sebagai sumber protein pengganti, dianjurkan untuk mengkonsumsi susu kedelai. Susu kedelai mengandung protein yang tidak menimbulkan alergi. Kadar asam amino lisinnya tinggi sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan nilai gizi protein pada nasi yang umumnya rendah kadar lisinnya. Secara umum susu kedelai juga mengandung vitamin B1, B2 dan niasin dalam jumlah yang setara dengan susu sapi.

[+] Obat-obatan tertentu. Biasanya dari golongan pereda nyeri (aspirin, antalgin) dan antibiotik (amoksisillin, kotrimoksazol).

[+] Cuaca. Terutama yang terlalu dingin atau panas. Urtikaria yang disebabkan oleh cuaca dingin biasanya menyerang orang dewasa muda dan dapat timbul jika udara menjadi semakin dingin. Untuk itu, bila cuaca dingin, usahakan aktivitas dilakukan di dalam ruangan. Gunakan masker/penutup hidung untuk mengurangi suhu dingin.

[+] Debu dan polusi. Bersihkan rumah dari debu secara rutin, terutama kamar tidur dan tempat tidur. Batasi pemakaian karpet di dalam rumah.

[+] Tekanan dan goresan. Urtikaria yang disebabkan oleh tekanan biasanya terjadi pada mereka yang menderita dermografisme yang berupa goresan pada kulit. Tekanan akibat goresan ini juga dapat memicu urtikaria.

[+] Stres. Hindari keadaan yang dapat membuat stres secara emosional, karena urtikaria juga dapat dipicu oleh faktor psikologis pasien.

Olahraga Teratur

Penyakit alergi berkaitan erat dengan daya tahan tubuh. Bila daya tahan tubuh lemah, mudah sekali muncul gejala-gejalanya. Olahraga yang dianjurkan misalnya berjalan kaki, berenang, bersepeda, berlari dan senam.

Pemakaian Obat-Obatan

Obat yang dipakai biasanya terdiri atas anti histamin dan kortikosteroid. Anti histamin terbagi menjadi 3 generasi:

[+] Generasi pertama, misalnya klorfeniramin maleat (CTM) dan siproheptadin (Profut). Efek samping yang cukup mengganggu yaitu mengantuk.

[+] Generasi kedua, misalnya loratadine (Anhissen, Winatin). Efek samping mengantuk sudah tidak didapatkan lagi.

[+] Generasi ketiga, misalnya desloratadine (Aerius). Selain memiliki khasiat anti alergi, juga berfungsi sebagai anti inflamasi.

Beberapa klinisi menganjurkan strategi AM-PM. Artinya, saat siang hari mengkonsumsi generasi kedua atau ketiga, sedangkan malam harinya mengkonsumsi generasi pertama.

Kortikosteroid sedapat mungkin dihindari pemakaiannya, kecuali atas anjuran dokter. Ini dikarenakan banyaknya efek samping dari obat ini, misalnya "full moon face" (wajah gemuk bulat seperti bulan) akibat pemakaian kortikosteroid dalam jangka waktu lama.

Untuk mengurangi gatal, bisa dipakai bedak tabur yang mengandung mentol misalnya Herocyn atau Caladine.

Jika serangannya hebat dapat disuntikkan larutan epinefrin atau efedrin dan kortikosteroid.

Alternatif

Solehah Catur Rahayu dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan teknologi Kesehatan Depkes RI menganjurkan air kelapa muda sebagai obat alternatif urtikaria. Walaupun dalam analisisnya, memang belum diketahui benar apakah penyebab sembuhnya urtikaria hanya karena air kelapa muda semata.

Semoga bermanfaat. =)


19 komentar:

estrella mengatakan...

hhe...terima kasih bnyk ya mas atas infonya..
salam kenal dr saya ^^
=)

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Salam kenal jg estrella...BTW,blogmu ntar tak add yak... ;)

chie mengatakan...

terima kasi infonya, hooo jadi bisa pake air kelapa muda yaa,,, tanpa efek samping, enak pula,, berarti bisa bebas makan udang nih :p

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Lhooo...Gak boleh gt to yaa...Maem udang tetep aj gak dianjurkan,namanya jg pantangan...Hehehe....
Tp kalo bener2 pengin,saranku,minum CTM 15-30 menit sebelum maem tu udang.Ibaratnya sedia payung sebelum hujan lah... ;P

Dyah mengatakan...

Halooo...lagi,

Hehe...baca posting ini jadi deja vu. Sejak anak saya didiagnosa alergi macem2, saya jadi cari2 info...dan ketahuan deh, kalo ibunya juga sbenarnya hehehe...ada bawaan alergi.

Trima kasih infonya yaaa, saya akan sering mampir ke sini!

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Suatu kehormatan bagi saya ^_^

Eiger Yap mengatakan...

Btw, memang sekarang saya uda sembuh dari biduran, tapi terkadang biduran itu muncul dan muncul lagi. Yang jadi pertanyaan, setelah menghindari banyak pantangan, apakah saya harus menunggu lama untuk sembuh total?

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Berarti penyebab alergi Anda ada yg terlewat.Coba analisis lg...Mulai dari makanan,obat2an tertentu,cuaca,debu&polusi,tekanan&goresan,atau stres mungkin...
Kabar bagus,alergi (atopi) biasanya mereda setelah umur 30 tahun.Jadi...harap bersabar... ;)

-niTa- mengatakan...

wiiih trnyta tekanan/goresan jg penyebabnya to?pants aja tiap kulit kena tekanan/goresan ujung2na jadi biduren jg.kalo susu sapi merupakn pantangn, gmn dg dagingnya??
makaci buangetz ya buat infona...
bengetz...

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Ini nita locid yak?Akhirnyaaa...mampir jg kaw... ;P
Ya iya lah nit,susu ama daging sapinya dikirim ke tempatku aj..Hakhakhak...

Dyah mengatakan...

Eh...menambahkan ttg susu sapi dan daging sapi,

Anakku dulu alergi susu sapi, tapi untungnya makan daging sapi oke2 saja kok. Jadi coba2 sja dulu dan observasi, kalo gakpapa...sayang dong gak makan bakso! hehehe

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Hakhakhak...Mbak Dyah ini bisa aj.Krn ini berdasarkan pengalaman empiris,saya jd tidak bisa membantahnya no...hohoho...
^o^
Tapi (ada tapinya Mbak),umumnya,saya selalu menganjurkan kpd pasien urtikaria (terutama yg sudah kronis) untuk menghindari semua daging hewan berkaki empat berikut susunya,telur,ayam,ikan dan udang.Setidaknya sampai urtikarianya tidak kambuh lg.Sebab,gejala urtikaria tidak selalu tjd dalam hitungan menit atau jam,tp bisa timbul beberapa hari kmd.
Anyway,makasih Mbak Dyah atas masukannya. =)

Assep Purna Mulyanto mengatakan...

mas andri....buat bidang ini saya nyerah deh..mata kuliah kulit dan kelamin saya paspasan, cuma dapat C hehehe... oiya mas,, kalau ada yang konsul tentang kesehatan umum dan saya ga bisa jawab, boleh saya oper ke mas gak? nuhun mas, terima kasih


ehhh....lupa....alergi dingin ada gak ya mas? saya pernah ngekos di tempat yang ultra dingin, eh malam-pagi badan sya gatal2 semua...tapi siangnya biasa aja....gmn tuh mas?

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Hohoho...dg senang hati Assep...BTW,nilai mata kuliah kulit dan kelamin saya jg C kuq...huhu ^o^
Alergi cuaca dingin ada.Alergi cuaca panas jg ada.
Cara penatalaksanaannya ya dg menghindari hawa dingin.Di antaranya dg melakukan aktivitas di dalam ruangan bila cuaca di luar terasa dingin.

Andreas mengatakan...

terima kasih Dokter Andri, sebelumnya saya galigata jarang sekali, sekarang hampir setiap hari (memasuki usia 41thn), saya perhatikan kacang2an yg memicu, memang sekarang lagi banyak beban pikiran dan kurang olah raga ... so saya coba tambah doa dan olahraga ... sehingga tidak terlalu sensitive dengan makanan lagi...

Kanina Sista mengatakan...

thanks ya

Dudul mengatakan...

mas, itu gambar contoh alergi urtikaria ya?

miyuchan mengatakan...

thx info'a

Angel's Trumpet mengatakan...

Pengalaman saya menderita Utikaria karena alergi dingin, air dan keringat (sehabis olahraga). Gatalnya bukan main. Untuk mengatsi sementara: saya gunakan CTM (awas ngantuk, harga Rp. 1.000,- / 12 butir) atau Dexteem Plus (tidak seberapa ngantuk, harga Rp. 2.500,- / 12 butir). Minum 1 saja sekitar 30 - 60 menit gatal dan bentol hilang. Kalau saya dapat bertahan hingga sekitar 24jam. Kalau sampai lebih, hal sama dapat terulang lagi. Tapi minimal dapat P3K sebelum ke dokter. Semoga pengalaman saya bermanfaat.

Recent Comments