Quote




Be thankful for what you have; you'll end up having more. If you concentrate on what you don't have, you will never, ever have enough.

~ Oprah Winfrey

Jumat, 05 September 2008

Chapter 26: Man From Java, Woman From Dayak*



Jika Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki rencana untuk membangun sebuah Taman Jurrasic, maka saya memiliki sebuah usulan yang layak untuk diperhatikan: bangunlah kandang Brontosaurus* di areal antara Kapuas dan Palangkaraya. Di daerah tersebut masih banyak sekali lahan yang terbengkalai, banyak tumbuhan dan tentu saja belum dihuni oleh manusia.

Kapuas-Palangkaraya dihubungkan oleh sebuah jalan bernama Trans Kalimantan. Jaraknya sekitar 135 km, atau dua kali jarak Kapuas-Banjarmasin yang ‘hanya’ 60 km. Kanan kiri jalan hanya ditumbuhi oleh tumbuhan liar. Seingat saya, hanya ada satu POM bensin di jalur ini, tepatnya di Kabupaten Pulang Pisau. Jadi, kalau bisa Anda membeli bensin di Kapuas dului bila handak tulak ke Palangkaraya dari Kapuas. Mogok di tengah jalan artinya petaka! Mungkin Anda harus berjalan berkilo-kilo meter untuk menemukan rumah yang dihuni manusia. Pelajaran moral yang ke delapan khusus ditujukan kepada admin blog ini: bila ingin bepergian ke Palangkaraya naik travel saja…kalau masih nekat naik sepeda motor, resiko tanggung sendiri!

Nah, sebelum sampai di Palangkaraya, Anda akan melewati sebuah jembatan yang lumayan panjang, Tumbang Nusa namanya. Jaraknya, menurut hitungan speedo meter trail saya, sekitar 7 km. Konon, jembatan ini dibangun karena jalan yang dibangun di tempat tersebut tidak pernah tahan lama oleh karena tanah di bawahnya adalah tanah gambut.

Kawan, hari itu sebenarnya saya tak terlalu berminat pergi ke Palangkaraya, apalagi cuma untuk menemui seorang blogger: sebuah alasan yang dibuat-buat untuk bolos kerja. Tapi ada beberapa alasan kenapa kemudian saya membulatkan tekad bepergian ke Palangkaraya seorang diri.

Pertama, mengikuti falsafah “sekali-kali”: sekali-kali naik motor ke Palangkaraya. Sebuah falsafah yang terkadang bisa melipat gandakan nyali ini didukung oleh data dari teman saya di kampung Terusan bahwa di sekitar jalan nantinya banyak rumah dan banyak POM bensin. Belakangan, akhirnya saya tahu bahwa informasi itu menyesatkan.

Kedua, kondisi cuaca sedang bersahabat. Premis pertama:Walaupun di Kalimantan sedang musim kemarau, tapi nyatanya hujan turun hampir setiap hari. Premis kedua: Dua kali kecelakaan yang saya alami di Jawa, semua terjadi saat hujan turun. Kesimpulan: Saya sedapat mungkin menghindari trek basah.

Ketiga, mencoba motor baru. Motor trail merek Yamaha ini adalah warisan Pak Pur yang baru saja pindah ke Sei Tatas. Dilihat dari posisi setangnya sepertinya sangat nyaman bila dipakai untuk touring. Begitu menggoda untuk dicoba.

Dan sesampainya di Palangkaraya, mendung pun menggantung dan September tak lagi ceria.

Piyek

Piyek si anak ayam, itulah nama blogger yang saya temui kali ini. Profesinya guru di sebuah institusi pendidikan paling terkenal se-Palangkaraya. Mirip dengan tipikal cewek Dayak pada umumnya: berkulit putih, berwajah cantik, dan satu lagi yang bikin saya geleng-geleng kepala…Ya Tuhan, dia berambut lurus panjang! Tidak ada alasan untuk tidak jatuh cinta bukan?

Saya tentu tidak tahu apakah dia menikmati percakapan kami yang dua jam itu atau malah jenuh bukan buatan. Ekspresi cewek terkadang menipu. Tapi asal kalian tahu saja Kawan, saya sebenarnya tidak ingin dia pulang malam itu. Saya ingin ngobrol dengannya hingga imsak, meskipun harus menghabiskan 50 tongkol jagung bakar.

Tapi saya juga tidak ingin mengulang kesalahan seperti tahun-tahun sebelumnya, membiarkan cewek bukan muhrim pulang di atas jam 9 malam. Ingat lagunya Slank kan? “Kamu harus…cepat pulang…jangan terlambat sampai di rumah…”. Ow yeah…

Parfum piyek sepertinya saya tahu namanya, tapi lupa. Bau parfum yang sampai saya mau tidur pun masih terasa. Oh, sungguh malam yang berkesan, susah tidur pula.

Dan berita buruk pun datang saat saya bertanya kepadanya apakah dia sudah punya kekasih atau belum. Tahukah Kawan, saya memiliki 114 prinsip dalam bercinta. Dan prinsip nomor 94 berbunyi: “jangan merebut kekasih orang!”

Saya pernah ‘ditusuk dari belakang’ oleh teman saya sendiri. Dan itu sakit.

* Soundtrack untuk chapter ini adalah lagu Hitamku yang dibawakan oleh Andra and The Backbone.
** Brontosaurus adalah dinosaurus yang mempunyai leher sangat panjang dan termasuk dinosaurus herbivora. Diperkirakan hidup di zaman kapur. Habitatnya biasanya di tepi danau dan di hutan.

14 komentar:

Lyla mengatakan...

wakakakka... jatuh cinta ma cewe tapi cewenya punya 114 prinsip cape deh.... ga sesuai dengan kriteria dong...

piyek mengatakan...

"Mirip dengan tipikal cewek Dayak pada umumnya: berkulit putih, berwajah cantik, dan satu lagi yang bikin saya geleng-geleng kepala…Ya Tuhan, dia berambut lurus panjang!"

I take it all as a compliment :)
Malam itu aku juga seneng kok ngobrol sama kamu :)

Oya, aroma yang kamu endus malam itu kayaknya campuran dari parfum Benetton pink sama shampoo Dove. Kayaknya kombinasi yang bagus ya... :P

Dony Alfan mengatakan...

Wah wah, untuk kesekian kalinya, dr Andri bertemu seorang jodoh.... Oh indahnya...

`.¨☆¨geLLy¨☆¨.´ mengatakan...

wew sukit juga ya jalan tempuhnya dock ^_^ aku rencana pengen kesana...tp gimana...

wuih o_O dockter cuit2,.,lagi ketemuan yacH.moga hubunganya langgeng ya dock ^_^

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

@ Lyla:
Coba km baca ulang dg seksama lyl..Yg punya 114 prinsip itu bukan ceweknya..Tapi aku. (='.'=)

@ my lopely Piyek:
Oh iyaa..Thats it..Shampoo DOVE!Pantesan baunya gak asing lg..Aku dulu jg pernah beberapa kali make soalnya..sebelum akhirnya beralih ke shampoo ZINC. =)

@ mas Dony:
Hwahahahahaha...Huasemik!?!

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Gel.. -_-? Ketemuan yukz..Sapa tahu kita jg jodoh..wkwkwk..
**playboy kabel mode on**

A.G mengatakan...

weh kyk satria baja hitam posene :D

Judith mengatakan...

Kalo nggakmaudiurus kiy dinosauraus jenis apa Ndri? ..*muka mikir

Hi hii Ndri jatuh cinta yaw ...

piyek mengatakan...

Aroma Dove ternyata manjur juga ya... Aku bisa hemat beberapa ratus ribu dengan mengganti parfum2 (mahal) itu dengan mandi pake Dove. Hehehehe....

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

@ mbak Ayin:
Berubah....

@ mbak Judith:
Lagi krungu mbak...Spesies anyar ketoke...

@ Piyek:
Iya, dan bau itu sudah terekam dalam otakku yek... ^^

Dedi - Wuluh mengatakan...

:-) wah, mas andri top begete.... Mbak piyek jg tergoda tuch... :). Beli jagung bakar lagi aja... (kidinnngggg)
Link balik ya mas...tengkiu

cumie mengatakan...

memang rata-rata cantik banged bawi-bawi disana ya mas andri.. wkwkwk..
selamat dah :D
ditunggu traktirannya

aphied mengatakan...

waduw,,,dok,,potonya,,,,
ga kuat....g kuat.....

ijal mengatakan...

aih... aih... ada yang kasmaran..


hehehe...

jadi intinya 1 ya dok.. kalo jalan di sana malam2 itu seram...

berarti ga berlaku pepatah "tusuklah dari belakang sebelum kau ditusuk..." ya?!

Recent Comments