Quote




Be thankful for what you have; you'll end up having more. If you concentrate on what you don't have, you will never, ever have enough.

~ Oprah Winfrey

Kamis, 23 April 2009

Chapter 27: Epilog Terusan Tengah

Postingan ini sebenarnya saya tujukan kepada dokter yang bertugas selanjutnya di Terusan Tengah. Dari info yang saya dapat, ternyata belum ada dokter yang ditugaskan di daerah tersebut setelah saya pergi. Untuk itu postingan ini juga saya tujukan kepada perawat di sana. Sebagian perawat di Puskesmas Terusan dan penduduk lokal ada yang sudah tahu keberadaan blog ini. So,i hope this post can be useful for them all.

As I told you at this article, Terusan Tengah terdiri atas lima blok (blok A-E). Ada tiga buah Pustu di sini: Pustu Blok A (mbak Sum), Pustu Blok C (mbak Sus) dan Pustu Blok D (mbak Cut). Ketiga wanita itu adalah bidan. Pustu Blok A mencakup wilayah blok A dan B, Pustu Blok C mencakup wilayah blok C dan Pustu Blok D mencakup wilayah blok D dan E.

Dari penyakit non infeksi, hipertensi dan gastritis perlu mendapat perhatian ekstra. Pasien hipertensi umumnya berobat bila sudah terdapat gejala atau bahkan datang sudah dengan komplikasi (baik stroke maupun penyakit jantung). Belum jelas benar penyebab banyaknya kasus hipertensi di Terusan Tengah. Genetik bisa saja dipertimbangkan karena umumnya warga Terusan Tengah menikah dengan warga Terusan Tengah juga, akibatnya penyakit yang berhubungan dengan genetik diturunkan dengan mudahnya. Pola makan yang jelas juga berpengaruh. Konsumsi ikan asin dan kopi yang di atas rata-rata bisa berdampak kurang baik pada tekanan darah. Daun singkong, menurut beberapa warga, juga berdampak pada tekanan darah mereka.

Gastritis akhir-akhir ini juga menjadi momok. Kasusnya terkadang tidak mampu lagi ditangani dengan obat-obat yang telah sejawat kenal. Beberapa pasien yang dirujuk pun tidak membaik sekembalinya dari RS Kapuas. Pola makan sekali lagi bisa menjadi biang penyebab. Penduduk Terusan Tengah biasa ke sawah hanya dengan sarapan kopi. Makan pagi biasanya dilakukan jam 10 pagi. Belum lagi konsumsi obat dan jamu pegal linu secara sembarangan akibat mudahnya mendapatkan obat dan jamu tersebut di pasar. Dua kasus muntah darah sudah saya temui, dan keduanya saya rujuk ke RS.

Sejawat sebaiknya juga membawa alat ukur gula darah digital. Kasus diabetes cukup banyak dan biasanya terdeteksi setelah timbul komplikasi ulkus diabetik. Kasus diabetes lebih sering dijumpai pada wanita. D40 juga sebaiknya disediakan untuk mengantisipasi terjadinya hipoglikemia.

Dari penyakit infeksi, TB dan diare adalah prioritas, meskipun kasus malaria beberapa kali saya jumpai. TB biasanya menyerang orang dewasa. Perlu promosi aktif bila ingin pasiennya muncul ke permukaan. Promosi bisa dilakukan melalui posyandu-posyandu yang rutin dilaksanakan setiap bulan. Bukan saja kurang pengetahuan akan bahaya TB, tapi gengsi berobat rupanya mencegah mereka untuk berkunjung ke Puskesmas. Pendekatan yang baik tentu sangat diperlukan untuk menjaga kepatuhan berobat.

Diare yang berbahaya tentu bila menyerang anak-anak. Penyebarannya pun sangat cepat bila mengingat sanitasi yang buruk dan konsumsi air minum yang kurang higienis. Ide arisan WC yang digagas Bu Jurah belum mencakup seluruh warga, sehingga masih banyak penduduk yang buang hajat ke sungai Pernah suatu ketika ada pasien anak dari Lamunti yang menderita diare berkunjung ke blok A Kanan, beberapa hari selanjutnya lima orang anak datang berobat ke tempat praktek dengan keluhan serupa. Untungnya kelima pasien tadi bisa ditangani dengan baik, sehingga blok A Kanan bisa terhindar dari KLB diare.

Pemakaian kotrimoksazol sangat dianjurkan untuk menangani diare bakterial. Bila respon kurang bisa ditambahkan metronidazol. Pun begitu, dehidrasi tetap menjadi hal pertama yang harus diatasi.

Kasus malaria perlu dimasukkan dalam diagnosis banding febris, terutama bila pasien berasal dari blok D atau E. Pasien yang memiliki trias malaria (panas, menggigil, berkeringat) wajib diterapi sebagai malaria. Dalam hal ini khloroquin 4-4-2 (untuk dewasa) masih bermanfaat.

Dari obgyn, kasus retensi sisa plasenta berulang kali saya jumpai. Sebagian dirujuk, sebagian lagi bisa ditangani bidan setempat. Pasien yang hendak melahirkan tapi memiliki penyulit sebaiknya diterminasi kehamilannya di Puskesmas. Dengan demikian tidak perlu bolak-balik ke rumah pasien bila ada alat yang kurang dan bisa segera dirujuk bila sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditangani.

Kasus trauma benda tajam biasa terjadi bila memasuki bulan tanam (Maret-April) dan bulan panen (September-Oktober). Benda tajam yang dimaksud adalah alat-alat pertanian semisal tajak dan parang. Kasus mata pancing ‘nyasar’ juga kadang-kadang bisa dijumpai, entah itu nyasar ke tangan, bibir maupun kantung pelir.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi sejawat yang bertugas di Terusan Tengah selanjutnya. Kemampuan sejawat akan sangat berguna bagi penduduk, terutama bagi penduduk dengan penyakit berat yang tidak bersedia dirujuk karena alasan biaya. Bila ada yang kurang jelas bisa bertanya lewat email: andrijournal@gmail.com.

Selamat bertugas.

7 komentar:

tantur syah mengatakan...

sepertinya kehadiran mas dr. andri masi diharapkan warga terusan tengah hehe... inget2 kali-kali ada yang tertinggal disana ;p

Andri Journal mengatakan...

@ dr Tantur:
Betul sekali dok.Buku Laskar Pelangi ama Cado Cado ku ketinggalan di Terusan. :((

yendoel mengatakan...

hallo Andri, salam kenal. menjadi dokter itu tugas mulia, apalagi kalo menjadi dokter utk daerah terpencil. dulu pengen jadi dokter, pilihan pertama pas UMPTN gak jebol, jebolnya pilihan kedua. ya sutra... hehehe!!! (dulu terinspirasi film dokter yg bintangnya dewi yull)
masalah kebiasaan hidup memang bisa berpengaruh thd kesehatan. kalo sarapan cuman kopi, terus jam 10 baru sarapan sebenarnya, jelas bisa 'mencelakakan' lambung sendiri yah. ikan asin kayaknya bisa jadi penyebab hipertensi, krn terlalu asin. kalo ikan asin tiap hari.. yah gak baik mestinya yah? IMHO.

piyek mengatakan...

Wah, Terusan Tengah kehilangan salah seorang atlit bola voli andal nih... :-)

Andri Journal mengatakan...

@ Yendoel:
Salam kenal jg yaa.Situ tinggal di Cina ya?Memang merubah pola makan masyarakat adalah satu hal yg tak mudah.Apalagi saya jg sudah merasakan nikmatnya daun singkong rebus+sambal terasi+ikan asin. :p

@ Piyek:
Ah,piyek tahu aja. ;)

tantur syah mengatakan...

Mas andri atlit voli to di terusan tengah.. Pas maen pasti jd pusat prhatian warga hehe

yendoel mengatakan...

dokter jago voli? pasti banyak cewek2 dan ibu2 (yg punya anak gadis) yang ngelirik terus.

Recent Comments