Quote




Be thankful for what you have; you'll end up having more. If you concentrate on what you don't have, you will never, ever have enough.

~ Oprah Winfrey

Jumat, 29 Februari 2008

Demam Berdarah



Seorang anak berusia 8 tahun datang dengan keluhan panas sejak 3 hari yang lalu. Panas dirasakan terus menerus. Anak tersebut juga susah makan dan bila diberi makanan terasa mau muntah. Orangtuanya sudah membawanya ke bidan terdekat sebelum dibawa ke klinik kami, namun belum ada perbaikan.

Setelah dilakukan uji bendung (Tourniquet) terlihat bintik-bintik merah di sekitar lipat lengan anak tersebut. Dan setelah diperiksa lab ternyata kadar trombositnya 96.000 (normalnya berkisar antara 150.000-400.000). Setelah dikonfirmasi dengan dengue blot, hasilnya IgM (+) dan IgG (-). Positif demam berdarah!

Anak tersebut kemudian dipasang infus dan beberapa obat untuk diminum. Tidak lupa juga diberikan jus jambu biji, yang ternyata anak tersebut menyukainya.

Enam jam setelah pemeriksaan lab yang pertama, dilakukan pemeriksaan trombosit yang kedua. Kali ini kadarnya semakin menurun, mencapai 61.000. Singkat cerita, anak tersebut dirawat selama tiga hari di klinik kami. Kadar trombosit terakhir (saat pulang) sama dengan saat datang yaitu 96.000.


“Alhamdulillah”

Demam berdarah identik dengan musim penghujan. Secara garis besar, jumlah penderita demam berdarah di Indonesia meningkat antara bulan September sampai Maret. Tahun 2004, kasus terbanyak terjadi pada tiga bulan pertama (Januari, Februari dan Maret). Walaupun demam berdarah bisa mengenai semua kelompok umur, namun terbanyak pada anak di bawah umur 15 tahun (5-14 tahun).

Gejala demam berdarah antara lain demam mendadak tinggi 2-7 hari, perdarahan (seperti bintik-bintik merah di kulit dan mimisan), pembesaran hati (berdasarkan pemeriksaan dokter) dan syok (nadi kecil dan cepat dengan tekanan nadi < 20 mmHg atau hipotensi disertai gelisah dan ujung-ujung kaki dan tangan yang terasa dingin). Sedikitnya harus ditemukan adanya dua gejala untuk mengarah ke demam berdarah.

Dokter selanjutnya akan melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan diagnosa. Hasil yang mengarah ke demam berdarah yaitu adanya trombositopenia (jumlah trombosit kurang atau sama dengan 100.000/mm3) dan hemokonsentrasi (terdapat kenaikan hematokrit lebih 20% dari normal).

Hasil lab tersebut kemudian dikonfirmasi dengan uji serologi. Bila IgM (+), IgG (-) berarti terjadi infeksi primer. Bila IgM (+), IgG (+) berarti terjadi infeksi sekunder. Bila IgM (-), IgG (+) berarti masih tersangka infeksi sekunder. Dan bila IgM (-), IgG (-) berarti tidak ada infeksi, bila klinis menunjang dapat diulang satu minggu kemudian.

Infeksi sekunder dengan serotipe virus dengue yang berbeda dari sebelumnya merupakan faktor resiko terjadinya manifestasi demam berdarah yang berat atau Dengue Shock Syndrome (DSS).

Demam berdarah dibagi menjadi empat derajat sesuai dengan berat penyakitnya: (I) demam dengan uji bendung positif; (II) derajat I ditambah perdarahan spontan, misalnya mimisan; (III) nadi cepat dan lemah, T<20 mmHg, hipotensi, ujung-ujung kaki dan tangan terasa dingin; (IV) syok berat, nadi tak teraba, tekanan darah tak terukur.

Pasien demam berdarah derajat III dan IV harus dirawat di rumah sakit dengan fasilitas laboratorium 24 jam dan ICU bila perlu.

Demam Berdarah Tanpa Syok (Derajat I dan II)

Cairan
Bila pasien dapat minum, dianjurkan minum banyak setidaknya dua liter per hari untuk mencegah dehidrasi (apalagi bila disertai muntah, susah makan dan demam tinggi). Minuman biasanya berupa air putih dan atau jus buah (klinik kami biasanya menggunakan jus jambu biji).

Bila pasien tidak dapat minum atau muntah terus menerus , segera dipasang infus (D5% : NaCl 0,9% = 3:1) dengan tetesan rumatan.*

Obat
Diberikan parasetamol bila demam dan diazepam bila perlu. Bila muntah bisa juga ditambahkan domperidone (1 mg/kgBB/hari, 3 dosis, 1-2 hari) dan H2-blocker (ranitidine, cimetidine).

Lab
Periksa Hb (hemoglobin), Hct (hematokrit) dan trombosit tiap 6-12 jam.


"Semangat!"

Demam Berdarah Dengan Syok

Demam berdarah memiliki siklus penyakit yang unik. Pasien mengalami demam tinggi pada hari 1-3. Pada hari 4-6 demam turun, klinis bukannya membaik tetapi malah memburuk, lemah, gelisah, tangan dan kaki dingin, nafas cepat, kencing berkurang dan tidak ada nafsu makan . Hari 4-6 ini disebut sebagai fase syok.

Pertanda Syok
Setiap akan terjadi kegawatan pada demam berdarah selalu didahului adanya penurunan trombosit yang nyata. Penurunan ini lebih awal dari kenaikan hematokrit yang akan menunjukkan awal terjadinya syok. Penurunan trombosit dimulai pada hari ketiga. Oleh karena itu dapat dipikirkan kemungkinan akan terjadinya DIC (Disseminated Intravascular Coagulation).

Kalau ada penurunan trombosit yang cepat pada evaluasi rutin, atau trombosit yang rendah kurang dari 20.000/mm3, lebih-lebih secara klinis ada biru atau rembesan darah di bekas tusukan jarum, hampir pasti itu suatu DIC.

Penanganan Syok
Pasang oksigen 2-4 liter per menit. Berikan cairan Ringer Laktat 20 ml/kgBB/jam secepatnya (bolus dalam 30 menit). Bila dalam 30 menit syok tidak teratasi, pasang jalur infus baru untuk memberikan koloid (HES 200/0,6) 10-30 ml/kgBB/jam. Syok harus sudah teratasi maksimal dalam waktu 90 menit. Periksa hematokrit satu jam berikutnya. Bila hematokrit turun, berikan tranfusi darah. Bila naik, lanjutkan pemberian koloid.

Tranfusi trombosit diberikan bila trombosit <10.000/mm3, pada pasien stabil; <20.000/mm3 dengan perdarahan minor; dan <50.000/mm3 dengan perdarahan yang signifikan.

Pasien dipulangkan bila tidak demam selama 24 jam tanpa anti-demam, tampak perbaikan klinis, tiga hari setelah syok teratasi (bila syok), nafsu makan membaik, jumlah trombosit cenderung meningkat (>50.000/mm3, tidak perlu ditunggu sampai normal), hematokrit stabil dan tidak dijumpai distres pernapasan (disebabkan oleh efusi pleura atau asidosis).

Saran
Mengingat berbahanya penyakit ini maka bila anak Anda demam, segeralah bawa ke dokter. Terutama bila disertai dengan muntah terus-menerus, lemas, tidak mau makan/minum, tangan/kaki dingin, gelisah, kejang, dan perdarahan (mimisan, muntah darah,atau berak darah).

8 komentar:

ysugiri mengatakan...

Saya dulu pernah punya pengalaman, sewaktu keponakan kena demam berdarah dirawat di Hermina Jatinegara trombosit turu sampai 25.000. Karena waktu itu anak mau ujian kelulusan SD maka inginnya anak cepat sembuh tapi dari dokter tidak boleh pulang minimal 1 minggu. Kebetulan ada tetangga yang mencoba obat cina namanya Anka (seperti beras merah) diminumkan airnya eh ternyata tiga rai kemudian trombosit naik sampai 125.000. Jika menurut dokter si tidak boleh tapi ibunya diam-diam cara memberikannya. Akhirnya hanya 5 hari aja dirawat. Tidak sampai 1 minggu.

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Lama perawatan sebenarnya tergantung dari pada hari ke berapa demam si pasien.Sangat riskan memulangkan pasien pada hari ke-4 hingga hari ke-6 demam.Kenapa?Karena pada hari2 tersebut demam memang turun (dalam hal ini keluarga pasien biasanya mengira kalau pasien sudah sembuh),padahal pada hari2 tsb kemungkinan tjdnya syok sangat besar!
Peningkatan trombosit bervariasi antar pasien,ada yg cepat ada yg lambat.Tidak hanya Anka,kurma pun katanya bs meningkatkan jumlah trombosit.Namun,sepengetahuan saya,baru daun jambu biji yg pernah diteliti scr ilmiah.

Dyah Peni Tunjung Sari mengatakan...

Ndri,
di sini baru2 ini pemerintah heboh karena ada warga (orang asing dari India) yang terkena penyakit chikunguya (eh...bener gak tuh nulisnya). Penyakit ini juga dibawa nyamuk ya?

Di negeri kita juga ada kasus kah?

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Kurang "N" mbak...Yg bener chikungunya..Nyamuk pembawanya sama kuq dg demam berdarah dengue (DBD),yaitu dari jenis Aides Aegypti dan Aedes Albopictus.
Terakhir saya baca di koran,chikungunya menyerang 19 orang dari desa yg sama,tepatnya di Desa Karangmojo,Sukoharjo,Jawa Tengah (Harian Joglosemar,24 Des 2007).

eshape waskita mengatakan...

enak juga ada blog seperti ini, bermanfaat buat orang banyak

mas Andri, insya ALlah, banyak pahalanya.

Amin

Salam

Tomoki mengatakan...

misi om..
kalo masih ragu, kayaknya sih db, tapi yang keluar bentol2x besar warna merah dan banyak. habis tu, dibiarin selama seminggu. kira-kira apa yang terjadi???

penyu mengatakan...

hehehe, yang ini malah lebih bermanfaat buat orang banyak lho mas, :D

kalah jauh lah blog-ku :P

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

@ Eshape Waskita:
Amin.Terima kasih mas.. ^_^

@ Tomoki:
Bentol2 tidak sama dg bintik2.Bintik2 merah yg disertai demam memiliki dua kemungkinan:demam berdarah atau morbili.
Bentol2 berwarna merah dan tidak disertai demam besar kemungkinan adalah urtikaria (semacam alergi).Lebih lengkapnya silakan Anda baca artikel berjudul "Alergi Bernama Urtikaria" (Januari 2008).

@ Penyu:
Terima kasih mas..Anda terlalu merendah.Saya masih perlu banyak belajar. ^_^

Recent Comments