Quote




Be thankful for what you have; you'll end up having more. If you concentrate on what you don't have, you will never, ever have enough.

~ Oprah Winfrey

Rabu, 30 Juli 2008

Sang Pemimpi


“Cinta yang paling memilukan adalah cinta yang tak peduli. Karena itu seorang filsuf yang siang malam merenungkan seni mencinta telah menulis love me or just hate me, but spare me with your indifference: cintai aku atau sekalian benci aku, asal jangan tak acuhkan aku”
- Andrea Hirata

Tahukah Kawan, saya menderita semacam penyakit jiwa. Setahu saya, belum ada diagnosisnya dalam dunia medis. Keluhan utamanya: tidak berani mengungkapkan cinta. Saya pernah beberapa kali mencintai wanita, namun beberapa kali itu juga saya tidak berani mengungkapkannya.

Saya terperangkap dalam sebuah prinsip yang diilhami pepatah bodoh: mencintai tak harus memiliki. Pernah sekali berpacaran, itu pun gagal total. Saya tidak akan membeberkan kisah pacaran saya karena kisahnya sangat tidak lucu dan terkesan brutal (kasihan kalau ada anak kecil yang kebetulan mampir di blog ini).

Terlalu banyak main game strategi (terutama strategi perang) telah meracuni otak saya. Termasuk pengaruh buku gubahan pakar perang Sun Tzu dengan jargonnya yang sangat terkenal: jangan berperang bila tak yakin menang. Ya, saya tidak akan ‘nembak’ cewek bila tidak yakin diterima. Sedangkan ilmu pengetahuan umum tentang wanita yang diwariskan turun-temurun dari nenek moyang kita mengatakan bahwa ‘wanita tabu untuk ‘nembak’ duluan. Runyam bukan?

Penyakit ini sebenarnya sudah kronis. Onsetnya dimulai ketika saya masih SD dulu. Saya pernah mengalami cinta anak ingusan (saya tidak menyebutnya cinta monyet, karena saya bukan monyet). Dua cewek sekaligus, Ani di kelas A dan Tri di kelas B. Ternyata saya memiliki selera yang hampir sama: menyukai wanita berambut lurus panjang.

Saya masih ingat betul, betapa saya sering curi-curi pandang ke mereka berdua. Ada dorongan tertentu yang membuat kepala ini berotasi untuk sekelebat saja meliriknya. Mungkin tidak sampai dua detik tiap kali lirik. Saya malu bila sampai ketahuan saya melirik dia. Cinta itu tak terungkapkan sampai saya lulus dengan predikat NEM tertinggi.

Cinta berikutnya adalah cinta puber. Puber karena saya telah mulai mengenal hal-hal berbau porno. Cinta bersemi di kelas dua, dengan tipe wanita yang sama: berambut lurus panjang. Namanya Cici.

Terlalu banyak belajar untuk persiapan lomba cerdas cermat P4 tentu tak bisa dijadikan alasan bahwa saya tidak berani mengungkapkan cinta saya waktu itu. Ini masalah nyali bung! Dan celakanya, nyali saya ciut melihat teman sekelas saya sudah pandai berkampanye dengan sepeda motor sedangkan saya masih harus antre angkutan umum bila pulang sekolah.

Di SMA, saya menyukai teman sekelas yang jago bermain voli. Namanya Lisa, lagi-lagi berambut lurus panjang. Sempat juga saya bermain ke rumahnya, untuk PDKT tentunya. Saya masih ingat betul, terakhir kali bertandang ke rumah dia adalah saat malam Jum’at Kliwon. Pelajaran moral yang ketiga: jika malam Jum’at Kliwon, hindari pacaran dan gunakanlah waktu untuk mengaji.

Nah, selama kuliah saya punya incaran juga. Tipenya masih seperti yang dulu-dulu. Namanya tidak usah saya sebutkan saja. Walaupun kemungkinannya kecil, sekitar 1:968.754, saya malu bila dia sampai membaca postingan ini.

Dan tahukah Kawan, bila saya dan teman saya mencintai wanita yang sama, maka bisa dipastikan saya yang akan mengalah. Saya bisa bersaing dalam bidang apa saja, tapi tidak untuk masalah wanita. Menurut saya, cinta itu berkah. Dan saya yakin, seyakin Columbus menemukan benua Amerika, bahwa jodoh akan datang dengan sendirinya, meskipun dengan jalan yang ‘sedikit’ misterius. Itulah hipotesis saya yang pertama tentang cinta.

15 komentar:

Anonim mengatakan...

wah...sampean masih inget sama cinta pertamane?
sebenernya ini bukan penyakit, saya juga serupa, sampai sekarang masih belum ketemu sama cinta sejati.
orang2 bilang saya rasis, karena saya hanya mau sama orang jawa, padahal tinggalnya bukan di jawa.entah mengapa
saya merasa lebih nyaman dan tresna karo wong Jawa. ga tahu kenapa, mungkin sama dgn ketakutamu utk menyatakan cinta, dan yg jelas sampai saat ini saya juga blm ketemu cinta sejatiku... who knows? It's just one of His secret....
btw jangan takut untuk terus menemukan cinta dan menyatakannya, pasti sampean bisa berani kalau memang tresna mati dgn seseorang yg sudah menjadi takdir :)

Judith mengatakan...

Setuju!! Hipotesismu tentang cinta itu betul Ndri, jodoh mah nggak lari kemana ya ...

Ngomong2 sampeyan difoto kok koyok lagi semedhi, hi hi! Pak Dokter Fotogenik euy ..

Anonim mengatakan...

mas andri, apa perlu saya daftarin acara jodoh-2an yg banyak di tv2 itu.. :)

nanti pasti ada ce cantik yg nembak deh mas..didoain deh

piyek mengatakan...

Emang, yang namanya jodoh itu gak usah dicari nanti bakal sendiri. Kalo gak datang2 baru mencari. Loh kok??? Hehehehe..

A.G mengatakan...

wkwkwkwk.. ngakak aku baca penuturane sampean.. ternyata takut dg cinta toh.. tp mas sekali kena bs kyk orang gila lho :D ckckck.. pak dokter anak cerdas ternyata.

Selera Anda simpel but elegan, suka yg feminim biar bs dielus rambut panjangnya.
Rambutku lurus tp skg msh sak pundak lbh dikit,dolo wkt ktm suami lumayan panjang gitu *sak tali beha* cm ga sekempling iklan shampoo mesti saya rajin creambath :( punya anak malah rontok,jadi tak potong dweh..skg numbuh pnjg lagi :D

Tak doain smg cpt menemukan tambatan hati pak dokter :)

Unknown mengatakan...

haiya....soal selera mah susah berubahnya yah!

santai saja, masi muda...cinta gak ke mana.
Sungguh.

Yang sudah putus pun, jika memang jodoh, akan bersatu lagi....hehe

Indah mengatakan...

susah ya mengungkapan cinta...gpp..biasanya gak perlu diungkapkan yag bersangkutan akan kerasa kok...klo dah klik gk lari kemna kan....nyante aja..akudoain deh semakin dekat dengan jodohnya
"Ya Allah kl jodoh dekatkanlah,kalo bukan jauhkanlah"

eLpHieNa mengatakan...

Bukan pnyakit jiwa tentunya...tp lbh ke pesonality..Soalnya di DSM 4 N PPDGJ gak ada simptom2 seperti yg maz alami...Wkeke..

Wedew...Yg sbar.Mgkn tanpa 'nembak' cwek incran anda akan mrasa kok...bahkan aq jg smpet brpkir..Klo nembak trus ngajak pcaran kesanx kyk cinta anak sma an...Sedangkan mgkn cinta dwasa lbh dtunjukan lwat perlakuan...Huhu...Mnurutq seh gt.Tp utk kjelasan hubgan ya stidaknya dsampaikan lah rasa syang n cintanya...Krn bbrapa cwek perlu kjelasan ttg status hub...

Semangat2...Jalanmu msh pnjg...Spanjang rmbut cwek2 yg kau taksir maz..Hehe

wez...Aq ae sing nembak...Hwahaha...Pas toh rmbut lurus pnjang asli bukan rebonding..Wkaka...Hayo dtrimo ra?Wkaka....

Yg psti jodoh emank g kmana2 tp tnpa usaha n doa jodohmu jg akn jauh..So smangat...

_ mengatakan...

Cinta jangan terlalu dirasa mas, ketika deket sama cew, jauhkan dulu rasa itu... Biarkan mengalir, ntar jg berani ungkapin cinta klo mmg terlihat dia jg menyimpan perhatian lebih... :-)

Andri Journal mengatakan...

@ Arlin:
Koq kita senasib ya...jangan-jangan kita jodoh yak? Saya orang Jawa tulen lho...

@ mbak Judith:
Critane, foto kuwi aku lagi merenung menghadap matahari mbakyu...
Lokasi foto: Puncak Gunung Sumbing.
Tahun pemotretan: *lupa*

@ mas Dani:
Sajake mas Dani ngece iki...hahaha...Tampang medheni ngene penake ditembak nganggo revolver yo mas?

@ Piyek:
Nah loh...komentarmu ambigu kan.

@ mbak Ayin:
Matur nuwun mbak Ayiiin...
**sambil membayangkan rambut panjang sak tali beha**

@ mbak Dyah:
Mmm...tapi sebenarnya aku lebih suka kalo yang berambut panjang tadi pake jilbab mbak. ;)

@ mbak Indah:
Wah, pa iya mbak? Sepertinya mbak Indah banyak pengalaman ya...Perlu berguru nih..hehe...

@ dik Fina:
Yang jelas gak masuk kriteria Skizofrenia Hebefrenik to fin? Ntar kalo kita ketemuan dan ternyata cocok, bukan tak mungkin aku nembak kamu lho fin...Siap2 ae yo..hahaha..

@ Dedi:
Bahasa Spanyol-nya:
"Let it flow"

Dony Alfan mengatakan...

Curhat ni ye :D. Masalah kita sama bung! Susah mengungkapkan perasaan....
Klo mau belajar mengenai perempuan/wanita, baca aja Cosmoplitan. Memang majalah cewek sih, tapi kita sebagai laki2 juga bisa menggunakan tips2 di dalamnya sebagai senjata! Selamat mengejar cintamu, Dok. Aku juga mau mengejar cintaku, haha

Unknown mengatakan...

wehhh pak dokter tnyt takut bilang cinta ya.... aduh pak jgn takut dongggg berannniiiii hihihi

rizal mengatakan...

cerita yang menarik.. dok... salam kenal.
Sebenarnya ditolak itu bisa memiliki dua makna tergantung dari mana kita melihatnya..
Sisi pertama... anda melihat itu sebagai suatu musibah karena perasaan anda bertepuk sebelah tangan.
Sisi kedua... anda melihat itu sebagai suatu anugerah.. karena anda mengetahui lebih cepat bahwa yang anda taksir itu adalah bukan jodoh anda.
Anda bisa memilih dari persepsi mana anda ingin melihatnya..

Anonim mengatakan...

waktu masih smp & sma, berarti ga ada cerita ketemuan dibelakang sekolah dan disaksikan semut merah dooong ...

ehm, katanya khalil gibran ... "...pabila cinta memanggilmu...
ikutilah dia walau jalannya berliku-liku...
Dan, pabila sayapnya merangkummu...
pasrahlah serta menyerah,
walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..."

Anonim mengatakan...

andri..., kamu ternyata emang Jawa tulen...bener nih? Jodoh? kali ajaaa...tapi koq ga pernah ketemu ya?hehe

Recent Comments