Quote




Be thankful for what you have; you'll end up having more. If you concentrate on what you don't have, you will never, ever have enough.

~ Oprah Winfrey

Minggu, 15 Agustus 2010

The Suratmo’s Fantastic Four

Mungkin kebetulan,kalau aku suka berkumpul bersama kelompok berjumlah empat orang.Masih ingatkah kawan dengan kisah teman-temanku SMA yang tergabung dalam Kapak Hitam?Atau teman-teman kos dalam Punakawan?Tidak lain tidak bukan,Kapak Hitam dan Punakawan itu empat orang jumlahnya.

Nah,di kalangan keluarga pun,dari pihak ibu,aku memiliki saudara sepupu yang cukup akrab.Yang paling akrab denganku ada tiga orang,dan empat orang ini tergabung dalam kelompok tak resmi yang kunamai, Fantastic Four.Karena nama kakek kami (alm) Pawiro Suratmo, bolehlah ditambah menjadi The Suratmo’s Fantastic Four.Jangan membayangkan kami seperti kumpulan superhero macam di kartun-kartun itu,karena kamu pasti akan dibuat kecewa karenanya.

Anggota tertua kami,yang sering kami panggil 'kepala suku',Kame namanya.Paling tua,tapi tubuhnya paling pendek diantara kami berempat.Dua kata kunci untuk sepupuku ini adalah: pencak silat dan gitar.Waktu kami masih kecil,Kame sangat terobsesi dengan bela diri.Di kamarnya terpajang poster Bruce Lee bertelanjang dada,dengan luka bekas cakaran di pipi yang tersohor itu.Saking terobsesinya,aku diminta untuk memukuli perutnya dengan bambu.Maksudnya mungkin untuk melatih otot perutnya.Tidak tega sebenarnya,tapi dia sendiri yang meminta.Obsesi,kadang-kadang membahayakan diri sendiri.

Soal gitar,ada sangkut pautnya dengan kegilaannya pada musik.Musik yang sering diputar saat masih SD dulu adalah musik Iwan Fals.Kadang-kadang juga menyetel karya Scorpions.Kaos-kaosnya juga beberapa bertemakan musik,mulai dari Queen sampai Gun n Roses.Keterlambatannya menyelesaikan kuliah di Surabaya juga mungkin berkaitan erat dengan acara memetik gitar ini.Seleranya sekarang adalah lagu-lagu trash metal dan punk rock.Rambutnya dulu juga pernah gondrong,mungkin juga untuk memadu padankan aksinya selama di panggung.Hobi musik,bila berlebihan,akan menghambat kelancaran studi.

Tertua nomor dua adalah Indro.Badannya tinggi,hampir sama denganku.Tapi badannya proporsional,maksudku,berat badannya seimbang dengan tinggi badannya.Tidak sepertiku yang kurus kerempeng.Lahir dan besar di Surabaya.Ibunya adalah pembuat roti yang ulung.Bila lebaran tiba dan keluarganya mudik ke tempat kakek di Sukoharjo,hampir pasti membawa nastar dalam porsi besar.Kadang juga ibunya memberi uang saku untuk para keponakannya.Bahkan,uang yang diberi ibunya sampai saat ini masih kusimpan,tidak kubelanjakan.Uang itu berjumlah 2000 rupiah yang terdiri atas 20 lembar uang kertas pecahan 100 rupiah.Baru keluar dari bank,bentuknya masih mulus,karena itu sayang bila dibelanjakan,sampai sekarang.

Indro,karena besar di Surabaya,berbeda dengan ketiga anggota lainnya,yang kebetulan berasal dari daerah udik.Dia orang pertama yang menguasai teknik bermain gitar yang baik.Banyak hal baru yang dibawanya ketika mudik lebaran,terutama soal mainan.Yang paling menyenangkan adalah monopoli.Aku yang paling betah berlama-lama dengan mainan ini.Maklum,waktu itu mainanku cuma kelereng dan ketapel.

Berikutnya adalah Kime, adik kandung Kame.Walaupun lebih muda,tapi badannya lebih bongsor dibanding kakaknya.Saat kecil,aku paling sering bermain keluar dengannya.Termasuk kegiatan kami meneliti berbagai macam sarang burung.Dan bila ada burung naas lewat, kami pun tidak segan-segan untuk membidiknya dengan ketapel.Bila hujan tiba,bermain kapal-kapalan.Kapal yang dimaksud adalah bunga tapak dara yang dibalik.Begitu saja lalu kami ikuti sesuai arah aliran selokan.Dan bila memungkinkan,kami balapan dengan kapal palsu itu.

Setelah beranjak dewasa,dirinya kuliah di Jogja mengambil jurusan teknik elektro.Berbeda dengan kakaknya, dia lebih tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan handphone.Mulai dari jual beli,reparasi,sampai isi ulang pulsa.Kesibukannya inilah yang kemudian sedikit banyak menghambat kelancaran studinya.Aku meyakini bahwa orang yang sudah tahu cara mencari uang,akan menimbulkan kemalasan dalam belajar.

Anggota yang terakhir adalah diriku.Kurasa,aku tak perlu lagi menerangkan tetek bengek soal diriku.Karena kalau aku bilang bahwa aku mirip dengan kelakuan Brad Pitt pastilah kalian akan mencemoohkanku sebagai orang yang salah menilai diri.

5 komentar:

berkarya merajut harapan mengatakan...

pak dokter sndiri critanya mn.. btw, uang 100 nya pan masi bgs (kok bs ya??), klo kelereng ama ketapelnya masi ga hehe

Vicky Laurentina mengatakan...

Terus? Mana foto fantastic four itu, Ndri?

yenni 'yendoel' mengatakan...

jadi kenang2an yah 20 lembar duit cepe-nya...!

FelinoPhobia mengatakan...

:)
nice story...

ririn mengatakan...

woww, masih punya uang 100 kertas. gimana kalo difigura aja?hehe

moral value posting: jangan berhobi agar tak menghambat kelancaran studi,hahaha
ditunggu posting lanjutannya: fantastic four membasmi mole man
*loh,loh..

Recent Comments