Quote




Be thankful for what you have; you'll end up having more. If you concentrate on what you don't have, you will never, ever have enough.

~ Oprah Winfrey

Minggu, 03 Mei 2009

“Eh Ndri, kamu kok dari tadi ngethekul pakai BlackBerry ngapain sih?”

Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke blog milik Marcell. Ada yang menarik di sana. Marcell secara terbuka meminta maaf perihal pernyataannya di sebuah advertorial pengguna BlackBerry yang disponsori sebuah provider telekomunikasi. Tak berapa lama kemudian Marcell mendapat email dari seorang ibu yang putrinya menyandang autis, yang intinya keberatan karena Marcell menggunakan kata ‘AUTIS’ di dalam pernyataannya.

Marcell tentu tak berniat untuk menghina penderita autis di seluruh dunia, tapi ada kalanya apa yang kita ucapkan ditangkap oleh orang lain dengan makna yang berbeda. Menurut kita biasa saja, tapi bagi beberapa orang terdengar menyakitkan. Dengan alasan itulah saya mencoba memberi alternatif kata untuk menggambarkan situasi bagi pengguna BlackBerry yang sedang asyik dengan dunia mereka sendiri yang tidak bisa lepas dari BlackBerrynya. Kata itu adalah “NGETHEKUL”.

Perihal ‘NGETHEKUL’ ini kemudian saya konsultasikan kepada ayah saya dan beliau berkata, “ Ngethekul kuwi misale yen kowe mangan kepenaken terus ora towo-towo karo liyane”. (Ngethekul itu misalnya kalau kamu asik makan lalu tidak menawari orang lain). Ibu saya lalu menimpali, “Iso wae amargo keluwen” (Bisa saja (ngethekulnya itu) karena kelaparan).

NGETHEKUL berasal dari bahasa Jawa yang artinya kurang lebih “asyik sendiri”. Sebenarnya kata ini lebih cocok untuk asyik makan, demikian menurut ayah saya. Tapi bukankah menggunakan BlackBerry juga berarti ‘makan’ informasi? Ada beberapa kata yang saya pikirkan, ‘ndableg’ misalnya. Tapi setelah saya terapkan dalam kalimat kok kelihatannya kurang pas. Ambil contoh dari syair lagunya Dewi Lestari yang berjudul ‘Malaikat Juga Tahu

“meski seringkali kau malah asyik sendiri”
“meski seringkali kau malah NDABLEG”

Bandingkan dengan,

“meski seringkali kau malah asyik sendiri”
“meski seringkali kau malah NGETHEKUL”

Bagus yang bawah bukan? Hehe..

Intinya adalah, penggunaan kata ‘NGETHEKUL’ untuk menggantikan kata ‘AUTIS’ dalam konteks pengguna BlackBerry yang notabene asyik dengan dunia mereka sendiri tidak akan menyinggung siapa pun. Bahkan, hal ini dapat mengangkat khazanah budaya daerah (dalam hal ini budaya Jawa) sebagai bagian dari kekayaan Indonesia.

Jadi, kenapa tidak mulai menggunakan kata ‘NGETHEKUL’ mulai dari sekarang?

* Indosat mengundang Anda untuk menuangkan ide kreatif dalam menciptakan sebuah kata atau istilah yang bermakna positif dan tidak bersifat menyinggung, perihal kegandrungan seseorang terhadap BlackBerry. Info lebih lanjut kunjungi www.indosat.com.

10 komentar:

Vicky Laurentina mengatakan...

Hah? Ini tho istilah yang kamu bilang di komentar blogku?

Bukannya mau ngelecehin bahasa ibu kita, Ndri. Tapi kalo Dewi Lestari ngubah lirik lagunya jadi "ngethekul", ntie lagunya ndak laku. Coz temen-temen yang di Makassar, Siantar, dan Pangkalanbun, jadi sebel coz ndak ngerti lagunya..

tantursyah mengatakan...

ganti profesi jadi ahli tata bahasa ni, hehehe

BIG SUGENG mengatakan...

berarti sekarang lagi ngethekul yaa... samapi-sampai calon mertua lewat dicuekin

Dony Alfan mengatakan...

Weh, aku ra nduwe blackberry!

Anonim mengatakan...

"ngethekul"....heheh aku lho baru tau kalo ada bahasa kayak gitu...

berarti autis=ngethehul... @.@

aku belum menemukan bahasa Suroboyoan yang pas sebagai gantinya kata'autis' dalam dunia BB :D


Fish's Brain

yendoel mengatakan...

bhs jawa banyak yg kreatif kok. yg kadang dg bahasa indonesia kudu pakai beberapa kata untuk menjelaskan maknanya. kadang bunyinya juga suka kocak. kayak "ndableg" itu. aku pernah dikasih tau istilah "kunduran" truk. yg menurutku juga kata yg unik.
aku sih gak pernah pusingi orang yg mau ngethekul dg BB-nya. haknya merekalah. namanya juga punya barang baru yg canggih.
dulu awal2 hp baru keluar,tanteku bilang, "anak2 muda skrg suka sok gaya. hp dikeluarin cuman dipencet2, tapi gak dipakai telpon. habis itu, masukin kantong lagi. cuman buat pamer-pamer." (padahal orang yg dia lihat pasti lagi sms-an)
weitsss...dah gak ngalor ngidul komen-ku.

piyek mengatakan...

Kalo di bahasa banjar biasanya ada istilah 'hayal'.

Uma lah, hayal banar bemain blekberi...

Kira2 gitu deh penggunaannya. Hehehehe... :-)

ijal mengatakan...

tapi sebagai mhs kedokteran kita sering menyebut junior2, perawat2, sebagai "autis" mas.. piye?

Andri Journal mengatakan...

@ mbak Yendoel:
Jadi inget pas pertama kali punya hp.Tipenya waktu itu Siemens C35.Waktu ada dering kuangkat,bilang "halo" berulang kali kok gak ada jawaban.Belakangan baru tahu kalo itu bukan dering telfon,tp dering sms. :D

ririn mengatakan...

ahahahaha.. keratif,, kreatif...tapi itu, spellingnya.. buat orang2 bule (kaya' aku),, agak susah,,sepertinya..

huahahaha

Recent Comments